Showing posts with label Timnas. Show all posts
Showing posts with label Timnas. Show all posts

Monday, April 1, 2013

Bambang Pamungkas Pensiun dari Timnas Indonesia



Foto Republika/Yogi Ardhi


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bambang Pamungkas akhirnya mengakhiri kariernya sebagai pemain timnas Indonesia. Melalui akun Twitter-nya @Bepe20, Bepe, julukan Bambang, mengungkapkan kabar mengejutkan tersebut.
Dengan demikian, Bepe mengakhiri 14 tahun kariernya di skuat Garuda. Pemain berusia 32 tahun itu sudah memperkuat timnas sejak tahun 1999 dan telah mencatatkan 96 caps dengan torehan 44 gol.
Bepe memulai kariernya di timnas saat masih berusia 18 tahun, pada 2 Juni 1999 pada laga antara Estonia menghadapi Indonesia. Pada pertandingan yang berkesudahan 2-2 itu Bepe langsung mencetak gol.
Pernyataan mundur Bepe langsung mendapatkan respons dari akun suporter Persija Jakarta. "Terima kasih @bepe20 atas sumbangsihnya untuk bangsa ini selama kurang lebih 13 tahun di timnas, kau legenda hidup sepakbola Indonesia! #respect," ujar @JakOnline.
Terakhir, Bepe memperkuat timnas di ajang Piala AFF 2012 lalu. Usai pagelaran itu ia mundur dari Persija Jakarta akibat gajinya masih ditunggak. Ia pun tak masuk seleksi skuat timnas yang akan berlaga melawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Asia 2015 23 Maret lalu.










Saturday, March 23, 2013

Preview Pra Piala Asia : INDONESIA VS ARAB SAUDI

Hadapi Arab Saudi, Indonesia Berharap pada Patriotisme Pemain
Foto : Tribunnews.com/Dany Permana


Sabtu 23 Maret 2013 pk 19.00 WIB di Gelora Bung Karno berlangsung pertandingan Pra Piala Asia antara Indonesia lawan Arab Saudi. Untuk kali ini ada moment yang sangat istimewa bagi TIMNAS karena para Pemainnya sudah lengkap dipenuhi oleh kedua Liga yang saat ini terpecah yaitu IPL dan ISL. Hal ini berarti TIMNAS sudah lengkap diperkuat oleh seluruh Pemain-pemain terbaik Liga di Indonesia. Beberapa komentar dari para Pengamat tentang kekuatan TIMNAS sekarang hampir semuanya menyatakan rasa optimis dan cukup menjanjikan. Pemain-pemain naturalisasi seperti Sergio van Dijk, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Rafael Maitimo, Irfan Bachdim adalah kekuatan tersendiri yang dapat mewarnai TIMNAS kali ini. 
Indonesia menurut Rahmad Darmawan kemungkinan akan menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan komposisi :
Kurnia Mega (penjaga gawang); 
Empat Back : Zulkifli Syukur, Hamka Hamzah, Victor Igbonefo, Raphael Maitimo; 
Dua Break Midfielder :Ahmad Bustomi, Immanuel Wanggai; 
Tiga offensif Midfielder : Boaz Solossa, Firman Utina, Greg Nwokolo; 
Striker Tunggal : Sergio van Dijk. 

Melihat komposisi ini nampak kekuatan antar lini yang sangat merata. Kiper muda Kurnia Mega sudah cukup teruji  dalam beberapa pertandingan baik di Liga ISL maupun TIMNAS 23. Kiper muda ini sudah menunjukkan kematangannya. Center Back Hamka dan Victor adalah sosok sosok yang tidak kenal menyerah dalam mempertahankan daerahnya untuk menahan laju Penyerang Arab saudi. Mereka dibantu dua back sayap Zulkifli di kanan dan Raphael Maitimo di kiri. Pertarungan yang seru akan terjadi di lapangan tengah dimana breaker kita Ahmad Bustomi dan Imanuel Wanggai akan bertarung dengan para midfielder Arab saudi yang umpan-umpannya sangat akurat. Hal ini yang harus bisa diredam oleh Bustomi dan Wanggai. Sementara itu Firman Utina sebagai jangkar dalam keseimbangan pertahanan dan pemain depan dituntut untuk dapat mengelola bola dan distribusi ke arah sayap kiri Boaz dan arah sayap kanan Greg ataulangsung umpan terobosan ke Sergio. Firman dan Sergio sudah lama dan mengenal gaya permainan satu sama lain karena mereka sama-sama pemain Persib.

Karena persiapan yang sangat singkat dan ditengah-tengah suasana yang tidak kondusif tentang penggantian Pelatih maka memang tidak mudah mengalahkan Arab saudi tapi jika diniati kuat dan tekad untuk menang mengapa tidak INDONESIA bisa mengalahkan Arab Saudi. Saatnya kini Pemain-pemain kita mulai memupuk mental pemenang bukan lagi mental pecundang. Apapun nanti hasilnya kita sudah memulai lagi dari awal untuk kebangkitan TIMNAS di masa depan. Kerangka Tim ini sudah terbentuk tinggal dimatangkan lagi.

MAJU TERUS TIMNAS SAATNYA KINI GARUDA TERBANG TINGGI.

Penulis : Hensa Soenarjo

Thursday, March 21, 2013

Calon Bintang Timnas Indonesia: Kurnia Meiga


Foto Republika/Yogi Ardhi


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan hal yang mengejutkan saat Kurnia Meiga Hermansyah menjadi salah satu nama yang masuk ke dalam skuat Merah Putih berisi 28 pemain pilihan duet pelatih Rahmad Darmawan-Jacksen Tiago yang dipersiapkan untuk laga kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Arab Saudi, Sabtu (23/3) nanti.
Usai dipanggil untuk memperkuat timnas senior di Piala AFF 2010 lalu, posisi penjaga gawang Arema Indonesia itu sulit digantikan.

Hanya konflik dualisme di sepak bola tanah air saja yang membuat posisi kiper kelahiran Jakarta 7 Mei 1990 itu digeser Endra Prasetya pada Piala AFF 2012 silam. Setelah dualisme berakhir, kiper bertinggi badan 190 centimeter itu kembali dipercaya mengawal gawang skuat Garuda.

Dalam latihan terakhir timnas di Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (20/3) petang kemarin, Rahmad dan Jacksen lebih mempercayakan gawang proyeksi tim inti kepada Meiga ketimbang dua kiper lainnya, I Made Wirawan dan Samsidar. Pemain terbaik kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 itu pun sanggup mengawal gawangnya dengan baik.

Sosok Meiga mulai dikenal publik Indonesia secara luas sejak memperkuat timnas Indonesia U-19 pada 2007 lalu. Setelah itu, ia secara konsisten 'naik kelas' ke jenjang di atasnya dari timnas U-21, timnas U-23, hingga timnas senior.

Pada Piala AFF 2010, ia memang masih menjadi kiper ketiga di bawah Markus Haris Maulana dan Ferry Rotinsulu. Akan tetapi setelah turnamen sepak bola se-Asia Tenggara tersebut, ia merebut posisi penjaga gawang utama skuat Merah-Putih.

Aksi Meiga yang paling diingat publik pecinta sepak bola tanah air adalah saat memperkuat timnas di ajang SEA Games 2011 di Jakarta. Sepanjang turnamen, Meiga bermain gemilang hingga membawa Indonesia menembus final menghadapi Malaysia.
Saat partai puncak itu harus melewati adu penalti, Meiga melakukan sejumlah penyelamatan dari tendangan para pemain Malaysia. Sayang, Indonesia pada akhirnya harus kalah saat penyelamatan terakhir Meiga gagal mencegah bola masuk ke gawangnya.