Wednesday, August 6, 2014

GBK Boleh Dihadiri Kedua Suporter Menyaksikan Persija vs Persib


Persija Jakarta Dihantui Badai Cedera
Foto : net


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertandingan antaraPersija dengan Persib akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (10/8/2014).
Tak hanya boleh digelar di Jakarta, Polda Metro Jaya juga mengizinkan suporter Persija dan Persib untuk menghadiri pertandingan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwantomengatakan, Polisi sudah bertemu dengan PSSI, panitia, dan pihak Persija.
"Pertemuan ini membahas siapa yang berhak menyelenggarakan pertandingan itu. Mereka sudah menyelesaikan masalah internalnya. Diperkirakan suasana sebelum, selama, dan pertandingan tetap aman dan tertib," ungkap Rikwanto, Rabu (6/8/2014).
Rikwanto menambahkan dalam pengamanan nanti, pihak kepolisian juga menyiapkan ribuan personel untuk pengamanannya agar pertandingan tetap aman.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak

Wednesday, June 11, 2014

Jalan Panjang 80 Tahun Perjuangan Persib

Konate Tendang Penalti, M Taufiq Ogah Melihat
Foto : ligaindonesia

Persib Bandung adalah klub yang memiliki andil yang sangat penting dalam sejarah Sepakbola Indonesia. Persib Bandung adalah salah satu klub yang ikut membidani lahirnya PSSI pada 19 April 1930 dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.  Waktu itu Persib masih bernama BIVB (Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond)  bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) BIVB. Dalam pertemuan tersebut Persib diwakili oleh Mr Syamsuddin.

Memang Persib sebelum bernama Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib Bandung), saat itu di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R Atot.

Saat itu seluruh kegiatan BIVB dalam bermain sepakbola memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Bahkan kegiatan Tim Sepakbola BIVB ini juga beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti di Yogyakarta dan Jakarta. Aktivitas sepakbola BIVB dalam kompetisi antarkota Perserikatan Nasional waktu itu berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta. Namun kiprah BIVB harus berhenti sampai disini namun setelah itu muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Pada saat itu beberapa Klub bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali meraih prestasi dengan masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, namun harus kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan kali ini juga harus menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi perserikatan setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Perjuangan Persib untuk eksis dalam Sepakbola Nasional banyak mengalami hambatan dari Kolonial Belanda. Pada masa itu di Bandung juga sudah berdiri beberapa perkumpulan sepak bola yang dimotori orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG. Persib memang sebuah klub sepakbola namun juga mengusung misi yang sangat mulia yaitu ikut mempersatukan bangsa untuk mencapai Kemerdekaan. Akhirnya perjuangan yang tak kenal menyerah membuahkan hasil. Persib memenangkan “perang dingin” dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung. Namun perjuangan belum berhenti. Pada masa penjajahan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan dilarang sama sekali termasuk kegiatan Persib. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Hingga akhirnya sampai pada masa Revolusi Fisik yaitu masa masa sulit setelah Indonesia merdeka, Ibukota Indonesia harus hijrah ke Yogyakarta. Saat itu Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi juga harus ikut hijrah dan mengungsi ke ibu kota perjuangan Yogyakarta.

Sampai dengan tahun 1948 Persib kembali mendapat rongrongan Belanda. VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia. Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan dan diaktifkan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa dan Rd Sugeng.Perjuangan Persib yang tidak kenal menyerah akhirnya berhasil, sehingga pada saat itu di Bandung hanya mengakui satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme.

Beberapa catatan kejadian penting yaitu pada periode 1953-1957 saat itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame Bandung.
Prestasi Persib selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.

Liga Indonesia pertama pada 1995, keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis berhasil mereka merebut juara. Pada saat itu Liga Indonesia mengalami penggabungan antara Perserikatan dan Klub-klub Galatama.  Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Catatan keberhasilan Persib juga harus dilengkapi dengan catatan kegagalan. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Namun demikian Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur’alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.

Persib adalah klub yang fenomenal telah menapaki sejarah panjang sejak zaman pra Kemerdekaan turut mebidani lahirnya PSSI. Hari ini tepat 14 Maret 2013 ternyata sudah 80 tahun yang lalu sejak Persib didirikan oh begitu panjangnya perjalanan perjuangan Persib untuk menegakkan Persatuan Nasional dan kiprahnya dalam Kemerdekaan Indonesia. Saat ini harapan masyarakat Bandung khususnya selalu menunggu prestasi gemilang masa lalu berhasil diwujudkan masa kini.
HIDUP PERSIB.

By Hendro Santoso

Sumber : Wikipedia, Republika  dan berbagai sumber






Wednesday, May 28, 2014

Indra Sjafri: Evan Dimas Cs Masih Suka Ceroboh

Timnas U19 Indonesia
Foto : Republika/Edwin DwiPutranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri tidak akan mengubah fokus permainan tim saat  melakoni uji coba internasional melawan Lebanon di Stadion Manahan Solo, Rabu (27/5) malam WIB. Penyelesaian akhir dan pressing masih menjadi menu utama yang harus dilahap Evan Dimas dan kawan-kawan. 
Indra mengatakan kedua hal itu menjadi fokus perbaikan timnas U-19 dari hasil dua uji coba kontra Myanmar, awal Mei. Meski sudah ada peningkatan pada dua uji coba melawan Yaman, pekan lalu, Indra belum puas. 
"Masih banyak kelemahan. Peluang belum bisa dimaksimalkan dengan baik. Pressing sudah bagus tapi anak-anak cenderung ceroboh saat merebut bola," kata Indra kepada Republika. 
Tak ada yang salah dengan ucapan Indra itu. Meskipun timnas U-19 tampil menawan dan memetik kemenangan telak tiga gol tanpa balas pada laga pertama kontra Yaman, Jumat (23/5), namun para pemain masih kurang tenang dalam melakukan penyelesaian akhir.
Padahal, para pemain seperti Ilham Udin dan Maldini Pali memiliki peluang emas menyumbang gol setelah mendapat ruang tembak dalam posisi cukup bebas di kotak pertahanan Yaman. Para pemain juga diharapkan untuk terus mengasah variasi serangan.
Indra tidak mau anak-anak asuhnya terlalu mengandalkan serangan dari lini sayap yang kemudian diakhiri dengan umpan tarik untuk mencetak gol. Tetapi juga harus mengasah kemampuan dengan melakukan umpan terobosan, wall pass, dan tendangan dari luar kotak penalti. 
Dari segi pertahanan, Indra tetap menginstruksikan untuk melakukanpressing sejak menit awal. Akan tetapi, ia mewanti-wanti pasukannya untuk tidak gegabah saat ingin merebut bola. Pemain, ujar Indra, harus tahu kapan mereka mengambil bola dan melakukan tekel.
Ini jadi sorotan karena saat laga pertama melawan Myanmar, timnas U-19 mendapat enam kartu kuning akibat melakukan pelanggaran saat merebut bola dari kaki lawan. Empat kartu kuning diantaranya bahkan didapat oleh semua pemain belakang. Kondisi ini tentu akan merugikan bila terjadi pada putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang. 
"Uji coba adalah proses evaluasi berkesinambungan. Masalah-masalah yang ada pada uji coba sebelumnya harus diperbaiki. Dan akan kami praktekan hasil latihan pada uji coba selanjutnya," Indra menambahkan.
Reporter : Satria Kartika Yudha
Redaktur : Citra Listya Rini

http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-indonesia/14/05/28/n68sq9-indra-sjafri-evan-dimas-cs-masih-suka-ceroboh

Lebanon Penasaran dengan Timnas Indonesia U-19

Nama Besar Timnas Indonesia U-19 Bikin Timnas Lebanon U-19 Penasaran Ingin Menjajal
Foto : Feri Setiawan/Super Ball

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penampilan cemerlang dan kehebatan Timnas Indonesia U-19 selama persiapan jelang berlaga di Piala Asia U-19 Myanmar pada Oktober 2014 mengundang daya tarik dari negara-negara lain untuk menjajal skuat asuhan pelatih Indra Sjafri.

Selama masa persiapan Evan Dimas dan kawan-kawan melawan tim-tim dari dalam dan luar negeri. Uji coba melawan tim dari luar negeri, diantaranya menghadapi kontestan Piala Asia U-19, seperti Timnas Oman U-19, Timnas UEA U-19,Timnas Myanmar U-19 dan Timnas Yaman U-19.

Dalam delapan pertandingan, timnas Indonesia U-19 menang empat kali, seri dua kali, dan kalah dua kali. Dua kekalahan didapat dari timnas Oman U-19 dengan skor 2-1 di Oman pada 9 April 2014. Kemudian, timnas Indonesia U-19 takluk 1-2 atas Myanmar U-19 di Jakarta pada 7 Mei 2014.

Sekarang, giliran Timnas Lebanon U-19 yang menjajal kekuatan skuat Garuda Jaya. Laga timnas Indonesia U-19 menghadapi timnas Yaman U-19 berlangsung di Stadion Manahan Solo, Rabu (28/5/2014) malam.

“Ini laga internasional pertama. Kami sudah banyak mendengar kekuatan Indonesia. Kami ingin mengambil keuntungan untuk membuktikan kekuatan tim lawan. Kami ingin mengalahkan mereka sekaligus merasakan tekanan suporter,” tutur pelatih timnas Lebanon U-19, Bassem Ali Mohammad.

Skuat asuhan pelatih Bassem Ali Mohammad tidak lolos ke putaran final Piala Asia U-19. Meskipun tak lolos ke putaran final Piala Asia U-19, namun timnas Lebanon U-19 sedang dalam persiapan berlaga di Arab Cup 2014. Sebanyak delapan negara berpartisipasi. Negara tersebut, yaitu Qatar, Arab Saudi, Sudan, Djibouti, Irak, Mauritania, Sudan.
“Sebenarnya ada pertandingan Arab Cup, tetapi ditunda. Kami butuh pertandingan internasional untuk pemanasan Arab Cup. Kami ingin membangun kekuatan timnas Lebanon U-19. Ada enam sampai tujuh pemain baru. Salah satunya Felipe Colly,” ujarnya.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

Sunday, January 12, 2014

Andik Tak Kesulitan Beradaptasi di Selangor



Foto : Rachman Haryanto/detikSport



Selangor - Andik Vermansah telah berada di Malaysia sejak beberapa hari lalu untuk bergabung dengan klub barunya, Selangor FA. Tak merasa kesulitan soal adaptasi, dia mengaku hanya ingin tampil maksimal.

Andik menerima pinangan Selangor pada bulan November lalu. Penggawa timnas Indonesia itu diikat kontrak selama satu tahun. Andik memilih klub Liga Super Malaysia tersebut demi mengembangkan kariernya di luar negeri.

Selama satu pekan di Malaysia, Andik telah menjalani sesi latihan bersama rekan-rekannya di Selangor. Pemain sayap berusia 22 tahun itu pun tidak merasa kesulitan.

"Saya sudah berada di Malaysia sejak beberapa hari lalu dan langsung menjalani latihan. Tidak masalah, semua lancar. Saya tidak merasa kesulitan beradaptasi. Latihan memang lebih keras. Tapi saya menjalaninya dengan semangat," ujar Andik kepada detikSport, Minggu (12/1/2014).

Kompetisi Liga Super Malaysia akan mulai bergulir pada 18 Januari mendatang. Meski belum tahu akan diturunkan atau tidak pada laga perdana, Andik hanya bertekad tampil maksimal kalau mendapatkan kesempatan.

"Belum tahu. Tapi saya hanya ingin tampil maksimal dalam latihan sehingga jika diturunkan saya sudah siap. Intinya saya akan bekerja keras agar bisa lebih baik lagi di sini," kata pemain yang telah memilih nomor punggung tujuh itu.

Amalia Dwi Septi - detikSport

Saturday, January 11, 2014

Klasemen Sementara Inter Island Cup 2014

Inter Island Cup
Foto : liga-indonesia.info



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turnamen Inter Island Cup 2014 memasuki hari pertama, Jumat (10/1) kemarin. Berikut ini klasemen sementara turnamen pemanasan Indonesia Super League (ISL) 2014 tersebut:

Zona Jawa 1: 

1. Persijap 0 0 0 0
2. Persib 0 0 0 0 
3. Persita 0 0 0 0
4. PBR 0 0 0 0

Zona Jawa 2:

1. Arema 1 (3-1) 3 pts,
2. Persela 1 (1-1) 1 pts,
2. Persija 1 (1-1) 1 pts,
4. Persepam 1 (1-3) 0 pts.

Zona Jawa 3: 

1. Persik 0 0 0 0
1. Persebaya 0 0 0 0
1. Persiba Bantul 0 0 0 0
1. Persegres 0 0 0 0

Zona Kalimantan: 

1. Mitra Kukar 1 (2-0) 3 pts,
2. Barito 1 (3-2) 3 pts,
3. Pusam 1 (2-3) 0 pts.
4. Persiba Balikpapan 1 (0-2) 0 pts, 

Zona Sulawesi - Papua: 

1. Perseru 1 (3-2) 3 pts,
2. Persiram 1 (2-1) 3 pts,
3. Persipura 1 (2-3) 0 pts,
4. PSM 1 (1-2) 0 pts
Redaktur : Fernan Rahadi








Wednesday, January 8, 2014

Timnas U-19 Akan Coret 6 Pemain Lagi

Timnas U-19 Akan Coret 6 Pemain Lagi
Foto : Tribunnews/Dany Permana

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Timnas U-19 mengakhiri training center (TC) di Kota Batu, Selasa (7/1/2014). PelatihTimnas U-19Indra Sjafri memboyong anak asuhnya menuju Yogyakarta naik kereta api (KA) di Stasiun Malang Kota.
29 pemain diboyong untuk melakoni TC tahap kedua di Yogyakarta. Menurutnya, TC tahap kedua ini untuk membentuk kerangka tim. 
Pelatih asal Padang ini menambahkan sesuai list AFC, setiap kontestan hanya bisa mendaftarkan 23 pemain. Berarti akan ada enam pemain yang harus dicoret. Menurutnya, tim pelatih memang akan mencoret pemain sesuai kebutuhan. Tapi, belum dapat dipastikan kapan pencoretan akan dilakukan.
Dalam tahap pembentukan kerangka tim ini, bisa saja ada pemain yang ikut seleksi lagi. Tapi, standrt yang ditetapkan kepada pemain seleksi sama dengan standart sebelumnya. Menurutnya, pemain yang tidak memenuhi standart dipastikan akan tereliminasi, termasuk pemain sudah lolos seleksi tahap sebelumnya.
“Atau bisa saja tidak ada pencoretan sampai beberapa jam menjelang pendaftaran,” tambahnya.
Perlu diketahui, Timnas U-19 memulai TC di Kota Batu sejak 9 November 2013 lalu. TC ini awalnya diikuti 40 pemain yang terdiri dari pemain yang memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF 2013, dan beberapa pemain seleksi baru. Sebelum mengakhiri TC, tim pelatih mencoret 11 pemain karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.(zainuddin/surya)



Editor: Ravianto
Sumber: Surya







Saturday, December 28, 2013

Persib Buru Tanda Tangan Striker Timnas U-23

   Pesepakbola Indonesia Yandi Sofyan berusaha melewati hadangan pemain Malaysia pada babak semifinal sepakbola Sea Games ke-27 di Naypyidaw, Myanmar, Kamis (19/2).
Foto : Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Performa bagus di ajang SEA Games 2013 membuat striker muda Arema Cronous, Yandi Sofyan Munawar dilirik beberapa klub ternama. Salah satu yang getol mengincar tanda tangannya adalah Persib Bandung.

Adik kandung striker Persepam Madura United, Zainal Arief itu tak menampik jika banyak klub yang menghubunginya. Namun dia mengaku belum berkomunikasi secara langsung dengan manajemen Maung Bandung.

"Mereka (Persib) berkomunikasi melalui abang saya (Zaenal Arief-red), belum ada yang langsung ke saya," kata penyerang Timnas U-23 itu seperti dilansir Wearemania.

Kontrak Yandi  di Arema sebenarnya masih menyisakan semusim ke depan. Namun pemain asli Sunda tersebut awal tahun depan tertarik untuk mencari klub yang memberinya jam terbang lebih banyak ketimbang musim lalu.

"Saya ingin bermain di tim yang banyak memberikan kesempatan bermain," tutur eks striker CS Vise itu.

Saat ini Yandi masih ingin menikmati liburannya pascatugas negara membela Timnas U-23 di SEA Games. Dia ingin santai dulu bersama keluarga menikmati momen pergantian tahun tanpa berpikir soal masa depannya di Arema.

"Awal Januari baru konsentrasi soal masa depan. Sekarang santai dulu menikmati liburan," katanya.


Redaktur : Fernan Rahadi

http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-indonesia/13/12/28/myhjvu-persib-buru-tanda-tangan-striker-timnas-u23




Thursday, December 26, 2013

VO2 Max Evan Dimas Terbaik di antara Skuat Timnas U-19

VO2 Max Evan Dimas Terbaik di antara Skuat Timnas U-19
Foto : Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Timnas U-19 Indonesia sudah menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua bulan di Batu. Sampai saat ini, Evan Dimas merupakan pemain dengan kondisi fisik terbaik di skuad Garuda Muda ini.
Sesuai hasil tes fisik terakhir yang dilakukan terhadap semua pemain, kondisi fisik Evan Dimas menempati ranking terbaik. Vo2 max yang dimiliki pemain kelahiran Surabaya 18 tahun lalu ini mencapai 63.
"Itu vo2 max tertinggi pemain Timnas U-23. Pemain lainnya level vo2 max nya masih di bawah Evan Dimas," jelas dr Alfan Nur Asyhar, dokter Timnas U-23 kepada Surya, kemarin.
Menurut Alfan, kondisi vo2 max pemain Timnas U-19 saat perrtama menjalani TC di Batu masih pada rentang 50-55. Setelah menjalani latihan hampir dua bulan di Batu, kondisi fisiknya terus mengalami peningkatan.
"Kondisi fisik anak-anak meningkat bagus sekali. Awal masuk, paling tinggi 55 dan sekarang sudah 63," jelas Alfan.
Dokter lulusan Universitas Isalam Indonesia (UII) DI Yogyakarta itu menerangkan, dirinya akan kembali melakukan tes fisik bagi Evan Dimas dkk pada akhir Desember 2013. Diharapkan hasil tes bisa membuahkan hasil fisik bagus.
"Kami akan lakukan tes lagi sebelum TC tahap kedua di Jogjakarta. Hasil tes akan jadi bahan pertimbangan pelatih menentukan program," cetus Alfan.
Menurut Alfan, jika vo2 max pemain Timnas U-19 mencapai level di atas 60, itu merupakan hasil yang cukup bagus untuk menghadai Piala AFC di Myanmar pada Oktober 2014 nanti.
"Standar pemain internasional, vo2 max pada level 60, itu sudah. Syukur-syukur bisa lebih baik baik lagi. Pemain-pemain di liga Eropa, standar vo2 max nya adalah 60," ucap Alfan.

Laporan Wartawan Surya, Fatkhul Alami




Monday, December 9, 2013

Prediksi Indonesia U-23 vs Kamboja

Prediksi Indonesia U-23 vs Kamboja
Foto : TRIBUNNEWS/DANY PERMANA



TRIBUNNEWS.COM, YANGOON - Timnas Indonesia U-23 di atas kertas punya banyak keuntungan dari calon lawan mereka,Kamboja, di laga babak penyisihan Grup B SEA Games yang akan berlangsung di Stadion Thuwunna, Myanmar, Senin (9/12) malam ini.
Andik Vermansyah dkk pastinya tampil lebih bugar karena belum bermain, sedang Kamboja baru saja dipermak tuan rumah Myanmar 0-3 pada Sabtu (7/12). Jelas, pasukan asuhan Rahmad Darmawan (RD) ini lebih diuntungkan dari aspek fisik.
Namun, RD tak melihat hal itu sebagai sebuah keuntungan. Baginya, justru pada sisi lain Kamboja lebih beruntung karena mereka sudah mencicipi atmosfer pertandingan yang sesungguhnya, sedang tim asuhannya masih buta suasana di Myanmar. "Pertandingan pertama selalu sulit," kata RD.
RD, yang mengintip laga Kamboja saat ditekuk Myanmar, menilai calon lawan mereka cukup berat. Secara keseluruhan, katanya, Kamboja memiliki permainan bagus dan organisasi yang rapi. Mereka juga dinilainya berani melepaskan tendangan jarak jauh. 
Karena itu, dalam latihan, RD meminta agar pemain belakang dan gelandang tidak menciptakan kesalahan di area sendiri. Pemain belakang dan gelandang harus cepat menutup lawan.
"Sepertinya memang dibiasakan melepaskan tendangan dari jarak jauh. Ini yang perlu diwaspadai. Semua yang sudah didapat disimulasikan pada latihan pagi. Gambaran sudah diperoleh," ujarnya.
Sebagai catatan, dua tahun lalu di laga perdana SEA Games di Stadion Gelora Utama Gelora Bung Karno Jakarta, timnas U23 yang juga dilatih RD sukses melumat Kamboja 6-0. Diharapkan pesta gol serupa bakal terulang kembali di Stadion Thuwunna.
Di laga perdana ini, RD masih bertumpu pada para veteran SEA Games lalu. Sebut saja Andik Vermansah, Kurnia Meiga, dan Diego Michiels. Keberadaan mereka diharapkan mampu memberikan ketenangan pada pemain-pemain debutan Bayu Gatra, Andri Ibo, dll.
Kabar gembiranya adalah empat pemain yang sempat cedera kini siap merumput. Hal ini disampaikan oleh dokter Timnas Indonesia U-23 Nanang Tri Wahyudi. Ia memastikan bahwa Alfin Tuasalamony, Dendi Santoso, Syahrizal, serta Yandi Sofyan Munawar telah fit dan siap tempur. Sebelumnya, mereka sempat mengikuti sesi latihan terpisah di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, sebelum bertolak ke Myanmar, 5 Desember 2013.
Sejauh ini, skuat Garuda Muda menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. Setelah tampil ala kadarnya di ajang Islamic Solidarity Games di Palembang, permainan Andri Ibo dkk terlihat semakin padu saat melakukan dua kali uji coba di Hong Kong dan saat tampil di turnamen mini MNC Cup di Jakarta. 
Kendala memang ada. Menurut RD, timnya saat ini kekurangan striker bertipe pembunuh. Dari total 19 laga uji coba yang dilalui timnas, bisa dihitung dengan jari berapa kali striker Garuda Muda sanggup membobol gawang lawan. Akhirnya, RD pun memutuskan hanya membawa dua striker murni, yakni Fandi Eko Utomo dan Yandi Sofyan.
Kualitas dua striker ini juga diprediksi tidak sehebat Titus Bonai dan Patrich Wanggai, dua striker yang membawa Timnas U-23 ke final dua tahun silam. Tampaknya, RD akan mengandalkan para pemain dari lini kedua seperti Dendi Santoso, Yohanes Pahabol, atau Andik Vermansah.
Langkah ini hampir sama dengan yang dilakukan Indra Sjafri pada Piala AFF U-19 dan kualifikasi Piala Asia U-19. Hanya memiliki satu striker murni pada diri Mukhlis Hadi Ning Syaifulloh, Indra akhirnya mengandalkan para gelandang seperti Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, dan Yabes Roni sebagai tumpuan serangan. Memang sudah menjadi tugas pelatih mengubah kelemahan tim menjadi sumber kekuatan. (tribunnews.com/cen/den)
Prakiraan Pemain:
Kamboja (4-4-2): Sou; Chin, Khek, Sok, Cuhn; Touch, Rous, Sos, Sok; Bhin, Phouring
Cadangan: Vannak Ke, Prak, Chan, Sar, Odom
Pelatih: Yun Jong S
Indonesia (4-2-3-1): Meiga; Tuassalamony, Ibo, Ronny, Michels; Egi, Ramdani; Pellu, Kusnandar, Andik; Fandi
Cadangan: Ardhiasa, Syaefuddin, Bayu, Alom, Lestusen, Pahabol
Pelatih: Rahmad Darmawan




Thursday, November 28, 2013

Taufiq Terpukau dengan "Bobotoh"


Foto : Dok.Persib Bandung/http://assets.kompas.com/data/photo/2013/11/27/1437058Taufiq780x390.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com — Gelandang anyar Persib Bandung, Muhammad Taufiq, mengaku terpukau dengan fanatisme suporter Maung Bandung atau bobotoh.
Taufiq direkrut Persib dari Persebaya 1927. Gelandang asal Surabaya itu merupakan salah satu dari tujuh pemain baru di skuad Maung Bandung, yang saat ini tengah mengikuti pemusatan latihan bersama tim di Ciamis.
“Rasanya sangat senang berada di tengah tim yang mempunyai bobotoh sangat fanatik," jelas Taufiq saat dihubungi, Rabu (27/11/2013).
Salah satu hal yang membuat Taufiq terpukau dengan bobotoh karena mereka selalu memenuhi pinggir lapangan saat tim sedang berlatih.

"Begitu juga di hotel. Ramai banget. Mereka ingin bertemu dengan pemain-pemain Persib. Luar biasa dukungan bobotoh untuk Persib Bandung," bebernya.
Selain Taufiq, Persib juga mendatangkan pemain-pemain berkualitas, di antaranya Ferdinand Sinaga, Abdul Rahman, dan Coulibaly Djibril.

Mereka diharapkan bisa membawa Persib meraih juara pada musim depan. Terakhir kali Persib merasakan juara pada musim 1993-1994.

Penulis: Ferril Dennys 


http://bola.kompas.com/read/2013/11/27/1439448/Taufiq.Terpukau.dengan.Bobotoh.
Editor : Ary Wibowo





Wednesday, September 25, 2013

Usai Juarai Piala AFF, Timnas U-19 Sudah Ditunggu Korsel

Pemain Indonesia mengangkat piala dalam pertandingan Final Piala AFF U-19 di Stadion Deltra Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9). (Republika/Edwin Dwi Putranto)
Pemain Indonesia mengangkat piala dalam pertandingan Final Piala AFF U-19 di Stadion Deltra Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9). (Republika/Edwin Dwi Putranto)


REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Timnas U-19 Indonesia sukses menjuarai Piala AFF U-19 2013 usai mengalahkan Vietnam 7-6 lewat drama adu penalti dalam laga final di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9) malam.
Usai sukses menjadi juara baru Asia Tenggara, skuat Indra Sjafri sudah ditunggu Korea Selatan di babak kualifikasi Grup G Piala Asia U19 2014 pada Oktober mendatang.
Indonesia satu grup bersama juara bertahan Korea Selatan, Filipina, dan Laos. Evan Dimas dan kawan-kawan akan memulai perjuangannya dengan menghadapi Laos di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada 8 Oktober.
Timnas U-19 Indonesia, selang dua hari kemudian, akan menjajal Filipina di Stadion Petrokimia Gresik. Terakhir adalah Korea Selatan pada 12 Oktober.
Korsel, yang sudah 12 kali menjadi juara, berstatus sebagai juara bertahan. Sementara, Indonesia pernah sekali menjadi juara pada 1961.
Pada 1967 dan 1970, timnas Indonesia hanya mampu menjadi runner-up setelah kalah dari Israel (0-3) dan Myanmar (0-3) di partai final.

















Tuesday, August 6, 2013

KURNIA MEGA IKUT TIMNAS U-23

Ini Alasan Jacksen Tak Panggil Kurnia Meiga untuk Laga Lawan Filipina
Foto : Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM – Pelatih Timnas Indonesia, Jacksen F Tiago, mengungkapkan alasan mengapa ia tidak memanggil penjaga gawang Arema Indonesia, Kurnia Meiga, untuk laga persahabatan melawan Filipina.
Kurnia Meiga tak dipanggil ke dalam skuat Timnas Indonesia, untuk pertandingan melawan Filipina pada 14 Agustus 2013. Menurut Jacksen, pada saat bersamaan Kurnia Meiga mengikuti seleksi tahap ketiga di Timnas U-23.
“Tenaga Kurnia Meiga lebih dibutuhkan tim nasional U-23. Sebagai gantinya, saya memanggil penjaga gawang lain,” kata Jacksen kepada wearemania.
Sebagai pengganti Kurnia Meiga, pelatih asal Brasil itu memanggil penjaga gawang Persija, Andritany Ardhiyasa. Selain Andritany, Jacksen juga menyertakan I Made Wirawan dan Dian Agus Prasetyo.
Bergabungnya Kurnia Meiga ke timnas U-23 merupakan hasil kesepakatan antara Jacksen F Tiago dengan Rahmad Darmawan selaku pelatih Timnas U-23.
“Saya sudah bicara dengan semua staf pelatih, termasuk coach Rahmad Darmawan. Dia sendiri yang meminta pada saya untuk tidak memakai Meiga,” ujarnya.
Selain Kurnia Meiga, gelandang milik klub Pelita Bandung Raya, Rizky Pellu juga akan mengikuti seleksi tahap ketiga timnas U-23. Seleksi dilangsungkan di Yogyakarta pada 11-17 Agustus 2013.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Jakarta

Saturday, June 22, 2013

Seleksi Tahap Pertama Untuk Piala AFF U-19, Timnas Panggil 40 Pemain



Foto detikSport

Amalia Dwi Septi - detikSport
Jumat, 21/06/2013 11:15 WIB
Jakarta - Timnas Indonesia U-19 akan menjalani beberapa tahap seleksi sebelum mendapatkan skuat inti menghadapi Piala AFF U-19. Pelatih Indra Sjafrie memanggil 40 pemain untuk tahap pertama.

"Seleksi tahap pertama ini dibagi menjadi dua gelombang 40-40 pemain. Sekarang saya memanggil 40 pemain untuk diseleksi pada pemusatan latihan mulai 23 Juni," ujar Indra, Jumat (21/6/2013).

"Intinya pemain akan dites mulai dari kesehatan, psikis dan nanti kami gelar game-game antar pemain saja tanpa ujicoba."

Menurut Indra seleksi tahap pertama ini akan dibagai menjadi dua gelombang, sedangkan gelombang kedua akan dilakukan pada 28-30 Juni mendatang untuk menentukan 35 pemain.

Setelah dua taha selesai, program berlanjut dengan pemusatan latihan jangka panjang pada 4 Agustus untuk mencari 25 pemain. Pemain tersebut akan melanjutkan pemusatan latihan kedua di Surabaya pada 11-7 Agustus.

Piala AFF U-19 akan digelar di Surabaya dari 9 sampai 22 September. Indonesia berada di Grup B bersama Malaysia, Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Brunei Darussalam.

Daftar Pemain Seleksi Tahap 1 (24-26 Juni 2013):

1. Ravi Murdianto (Perserang)
2. Rully Desrian (PPLP Padang)
3. Jupriyanto (PSP Padang)
4. Eriyanto (Asmaras Sukabumi)
5. M.Fathur Rohman (Persekap Pasuruan)
6. Bagas Adi Nugraha (SFC U-21)
7. Carli Karonika (PSPS U-21)
8. M Sahrul Kurniawan (Persinga Ngawi)
9. Putu Gede Juni Antara (Diklat Ragunan)
10. Deppi (Mega Jaya Muara Bungo)
11. Heri Setiawan (Persela U-21)
12. M Hargianto (Diklat Ragunan)
13. Evan Dimas Darmono (Persebaya)
14. Hendra Sandi Gunawan (Persiraja)
15. Mariando Djonak Uropmabin (PPLP Papua)
16. Paulo Oktavianus Sitanggang (Jember United)
17. Dio Permana (Persema Malang)
18. Miftahul Hamdi (Persiraja)
19. Gavin Kwan Adsit (Bali)
20. Djali Ibrahim (Ternate)
21. Ichsan Kurniawan (SFC U-21)
22. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh (Persekap Pasuruan)
23. Indra Kelana Nasution (Medan Putra)
24. Reza Fahlevi (PSDS Deli Serdang)
25. Dimas Drajad (Gresik U-21)
26. Jupri Bubun (Persisam U-21)
27. Faria Rofanda (Persisam U-21)
28. Tedi (Persisam U-21)
29. Terens O .Puhiri (Persisam U-21)
30. Franky J. Kandars (Putra Kenari)
31. Yabes R. Malaivani (Putra Kenari)
32. Najario Dacosta (Kupang)
33. Utam Rusdiana (Arema U-21)
34. Riyan Ardiansyah (Diklat Salatiga)
35. Junaldo Alfariustus Kaipman (PPLP Papua)
36. Tyan. S (Bina Putra Cirebon)
37. Mulyana Sidiq (Bina Putra Cirebon)
38. Firmansyah (Persija U-21)
39. Syaifullah (Persija U-21)
40. Erik Dwi Ermawansyah (Surabaya)

(ads/a2s)

Friday, May 3, 2013

Persib Lepas Herman Dzumafo

Herman Dzumafo
Foto Goal.com


REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Nasib Herman Dzumafo Epandi di Persib Bandung terancam. Manajemen Persib tak mau lagi memakai jasa striker asing asal Kamerun tersebut pada putaran kedua.
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurjaman mengatakan, hal tersebut merupakan hasil evaluasi Persib Bandung pada Kamis (2/5) malam. Dikatakan Djajang, ada satu hingga dua pemain yang bakal dilepas.

"Salah satu yang kemungkinan besar tidak dipertahankan adalah Herman Dzumafo," kata Jajang melalui sambungan telepon kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/5).

Djajang mengungkapkan, Dzumafo bakal dilepas lantaran performa sang pemain yang terus mengalami penurunan selama putaran pertama. "Saya takut berlanjut di putaran kedua nanti. Sebenarnya, saya sudah menunggu-nunggu performa aslinya," ungkap Djajang.

Djajang mengaku sudah mengantongi beberapa nama untuk menggantikan Dzumafo. Namun ia belum mau membeberkannya.  "Yang pasti pemain asing juga dan dari klub ISL. Saya belum bisa menyebut nama karena masih dibicarakan," tuturnya.

Performa Dzumafo memang tidak memuaskan pada putaran pertama. Striker berusia 33 tahun tersebut baru menyumbang lima gol dari 14 penampilannya bersama Maung Bandung.














Saturday, April 27, 2013

Timnas U-19 Berpeluang Juarai Piala AFC

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin memperlihatkan bendera PSSI pertama dalam Kongres Luar Biasa PSSI, Jakarta, Ahad (17/3).
Republika/Yasin Habibi


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan hasil undian di House AFC, Bukit Jalil, Malaysia, Jumat (26/4), Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menilai Timnas Indonesia junior, terutama Timnas U-19, berpeluang cukup besar dalam kejuaraan AFC U-14 dan U-19.

"Sebab kita hanya akan bersaing dengan Korea di Grup G, tanpa memandang remeh tiga tim lain yang ada dalam satu grup, yakni Laos, Guam dan Philipina," kata Djohar yang hadir langsung mengikuti drawing didampingi manajer timnas U-19, John Rumainun.

Peluang cukup besar karena dalam babak kualifikasi U-14 pada awal September dan U-19 di pertengahan Oktober, Indonesia akan menjadi tuan rumah pada dua ajang tersebut.

Menurut Djohar hasil drawing yang telah dilakukan setidaknya membuka peluang Indonesia menuju pentas Piala Dunia. Timnas U-19 yang saat ini dibesut pelatih Indra Sjafri, memang menjadi fokus utama PSSI untuk program jangka panjang dan berpeluang bisa lolos ke putaran final Piala Asia 2014 Myanmar.

"Bisa finish di urutan empat Piala Asia, maka mimpi tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya akan terwujud," ujar Djohar.
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara








Tuesday, April 2, 2013

PENGAKUAN BEPE SEBAGAI GENERASI YANG GAGAL


Foto AFP/Adek Berry

Oleh Hensa


Bambang Pamungkas setelah menyatakan Pensiun mendapatkan perhatian banyak pihak. Syamsir Alam gelandang DC United itu melalui Twitter-nya mengungkapkan harapannya untuk pemain berjuluk Bepe itu.
"Meski pensiun dari lapangan hijau, persepakbolaan kita tetap membutuhkan ide-ide segarmu mas @Bepe20 #legend," ujarnya lewat akun @syamsiralam.
Pernyataan Syamsir di jejaring sosial itu ternyata mendapatkan tanggapan dari sang legenda lewat akun @Bepe20. Bepe berharap pemain berusia 20 tahun itu mengikuti jejaknya sebagai bintang skuat Merah-Putih di masa depan.
"Selalu siap sedia untuk yang itu. Sekarang saatnya Syamsir20Alam," kata Bepe. Tanggapan itu pun langsung dibalas Syamsir: "Dengan senang hati mas," tutur pemain yang dipinjam dari klub Belgia CS Vise itu.
Syamsir hingga kini memang belum pernah memperkuat timnas senior. Akan tetapi ia akan dipanggil untuk memperkuat timnas U-23 yang berlaga di SEA Games di Myanmar akhir tahun nanti.



Simak pula komentar dan tanggapan Ismed Sofyan, rekan sejawatnya "Aku sangat menyayangkan keputusan yang diambil Bambang Pamungkas untuk pensiun dari timnas, tenaga dia masih dibutuhkan, setidaknya dua atau tiga tahun ke depan," tuturnya.

Leo Saputra tidak segan-segan memuji pemain yang kerap memakai handband di tangannya itu. Bahkan, dia melabeli Bepe sebagai negarawan.
"Bepe itu bisa dikatakan negarawan dalam sepak bola," ucapnya.
"Harus kita akui, belum ada sosok pengganti Bepe sampai saat ini. Dia masih pantas menggunakan lambang Garuda di dada, pengalaman dia sangat berguna untuk timnas," lanjut Leo.

Aliyudin yang pernah berduet dengan Bepe -- baik saat di timnas maupun di level klub (Persija) -- juga turut menyayangkan keputusan yang diambil Bepe.
"Secara usia, aku rasa Bambang Pamungkas sangat layak untuk masih bermain di level timnas," katanya. Aliyudin akhirnya harus menghargai keputusan yang telah diambil Bepe. Aliyudin sendiri merasa bangga karena pernah berduet dengan Bepe.

Aliyudin merasa bangga pernah menjadi rekan duet bareng untuk timnas maupun klub dan berharap Bepe hanya pensiun untuk timnas. Aliyudin berharap Bepe masih bisa meneruskan karier profesionalnya di level klub sebab harus diakui kehadirannya bisa menambah semarak atmosfer Liga Indonesia.

Selain itu Manajer Timnas Indonesia, Habil Marati juga berkomentar tentang Bepe sebagai generasi yang gagal. Habil tidak ingin melihat adanya generasi di sepakbola Indonesia yang tidak mendapatkan gelar selama memperkuat Timnas Indonesia.
Prestasi terbaik Bepe mengantarkan Indonesia empat kali jadi runner-up Piala AFF. "Bepe itu biasa-biasa saja tidak ada istimewanya. Selama dia bermain di timnas tidak ada prestasi juga," ujar Habil. Saatnya sekarang PSSI untuk fokus melakukan perubahan di sepakbola nasional yang bertujuan meningkatkan prestasi. Menurutnya, seharusnya sepakbola Indonesia belajar atas apa yang sudah terjadi supaya ke depan lebih baik. Dia menyarankan supaya PSSI segera melakukan perbaikan.
Habil mengakui bahwa : "Sebenarnya bukan pemain Indonesia yang tidak berkualitas, tetapi pelatihnya, sistem latihan di klub, pengurus klub dan pengurus PSSI harus di rombak dan dibenahi," kata Habil. Komentar Habil yang lain adalah "Seharusnya kita masuk di World Cup serta juara Piala AFF dan lolos ke piala ASIA," .


Akhirnya memang Bambang Pamungkas Bepe memutuskan untuk pensiun dari Tim Nasional Indonesia. Keputusannya itu tidaklah mudah dapat disimak bagaimana Bepe menuliskan curahan hati di blog pribadinya soal keputusan tersebut. Ada satu hal yang menarik dari striker Persija dan Timnas itu yaitu pengakuannya kalau selama kariernya, tidak mampu mempersembahkan satu pun gelar bergengsi untuk timnas garuda. Kejujuran Bepe ini adalah suatu sikap jantan sportif dan jujur yang jarang dimiliki atlet atlet lain. Bepe mengatakan dalam blognya : "Pada akhirnya saya memang harus menerima kenyataan, bahwa tidak ada satu gelar bergengsi yang mampu saya berikan untuk Indonesia. Dan oleh karena itu seperti yang pernah saya janjikan, maka di akhir artikel ini saya akan berteriak dengan lantang, jika Saya Adalah Generasi Yang Gagal.”
Bepe juga akan selalu bangga tetap merasa terhormat mengenakan kostum merah-putih. Walaupun realita lain harus dia hadapi dan Bepe menyadarinya bahwa  “Cepat atau lambat, jersey merah-putih itu pasti akan tanggal dari badanku. Akan tetapi satu hal yang pasti, lambang garuda itu akan tetap melekat di dada kiriku, tinggal di sana sampai akhir hayatku.”

Kejujuran Bepe yang mengakui sebagai generasi yang gagal sebenarnya merupakan tusukkan yang tajam bagi Pembina Sepakbola Nasional. Jika ada generasi pemain yang gagal berarti juga adanya  kegagalan pembinaan selama ini. Komentar habil Marati agar PSSI mulai berbenah mungkin hanya sekedar pemerah bibir saja sebab Habil sendiri belum pernah membuktikan apa apa terhadap Sepakbola Nasional. Habil sendiri adalah Manajer yang gagal bagaimana mungkin seorang yang gagal memberikan nasihat tentang perbaikan. Siapapun mudah untuk berkata yang sekarang harus ditunggu itu adalah bukti. Mari sekarang kita harus jujur seperti jujurnya Bepe sebagai generasi yang gagal. Hal itu bisa juga berarti Kegagalan Sepakbola Indonesia.

Sumber : Republika, Tribunnews dan berbagai Sumber.










Monday, April 1, 2013

Bambang Pamungkas Pensiun dari Timnas Indonesia



Foto Republika/Yogi Ardhi


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bambang Pamungkas akhirnya mengakhiri kariernya sebagai pemain timnas Indonesia. Melalui akun Twitter-nya @Bepe20, Bepe, julukan Bambang, mengungkapkan kabar mengejutkan tersebut.
Dengan demikian, Bepe mengakhiri 14 tahun kariernya di skuat Garuda. Pemain berusia 32 tahun itu sudah memperkuat timnas sejak tahun 1999 dan telah mencatatkan 96 caps dengan torehan 44 gol.
Bepe memulai kariernya di timnas saat masih berusia 18 tahun, pada 2 Juni 1999 pada laga antara Estonia menghadapi Indonesia. Pada pertandingan yang berkesudahan 2-2 itu Bepe langsung mencetak gol.
Pernyataan mundur Bepe langsung mendapatkan respons dari akun suporter Persija Jakarta. "Terima kasih @bepe20 atas sumbangsihnya untuk bangsa ini selama kurang lebih 13 tahun di timnas, kau legenda hidup sepakbola Indonesia! #respect," ujar @JakOnline.
Terakhir, Bepe memperkuat timnas di ajang Piala AFF 2012 lalu. Usai pagelaran itu ia mundur dari Persija Jakarta akibat gajinya masih ditunggak. Ia pun tak masuk seleksi skuat timnas yang akan berlaga melawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Asia 2015 23 Maret lalu.










Saturday, March 30, 2013

Perusahaan Ban asal Indonesia Kerjasama dengan MU Gaet 32 Pesepakbola Muda

Perusahaan Ban asal Indonesia Kerjasama dengan MU Gaet 32 Pesepakbola Muda
Foto Zimbio


Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Perusahaan industri ban di Tanah Air, PT Multistrada Arah Sarana Tbk. (MASA) selaku produsen ban Achilles menjalin kerjasama dengan tim sepakbola dunia asal Inggris, Manchester United (MU).
Presiden Direktur PT MASA, Pieter Tanuri mengatakan, kerjasama antara PT MASA dengan Manchester United terjalin sejak 8 Januari 2013 untuk jangka waktu tiga setengah tahun.
"Kerjasama ini mengangkat brand kami ke seluruh dunia. Kerjasama ini dapat membuat kami belajar untuk mempopulerkan produk ke seluruh penjuru dunia," ujarnya ditemui di Jakarta, Sabtu (30/3/2013).
Menurutnya, selain keuntungan finansial yang diperoleh PT MASA. Perusahaan itu juga memberikan kesempatan kepada 32 pesepakbola muda di Indonesia yang berada di usia 8 sampai 14 tahun untuk belajar sepakbola di Manchester United.
Dia menjelaskan, proses seleksi dilakukan bekerjasama dengan Kick Andy yang menggelar acara "Gerakan Sejuta Bola". Nantinya kiper legendaris MU, Peter Schmeichel akan menseleksi 32 pemain terbaik
"Jadi kami mencari para pemain terbaik di SSB yang kurang mampu di seluruh Indonesia. Kemudian setelah terpilih 32 pemain nantinya akan dilatih di Jakarta. Pelatihan dilakukan selama 10 hari. Setelah itu mereka akan diberikan kesempatan langsung berlatih di MU," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Marketing dan Komunikasi MU, Phil Townsend mengungkapkan kalau manajemen The Red Devils sangat senang dengan tawaran dari PT MASA untuk menjalin kerjasama ini.
"Kami senang dengan tawaran kerjasama dari Achilles. Saat mereka memberikan paparan kepada kami tentang program kerjasama mereka, tanpa pikir panjang kami langsung menerimanya. Kerjasama ini juga akan membantu kita untuk bisa membuka pasar lebih luas lagi di Indonesia. Saya yakin pasar untuk MU akan berkembang di Indonesia karena fans kami sangat banyak di sini," ujarnya.
Pada acara launching kerjasama antara MU - PT MASA, hadir Kiper Legendaris MU, Peter Schmeichel. The Great Dane akan memuaskan rasa rindu para penggemar MU pada acara Meet and Greet di Mall Kuningan City, Jakarta pada Sabtu 30 Maret 2013.
Tidak hanya itu, mantan penjaga gawang Timnas Denmark itu ikut meramaikan acara nonton bareng pertandingan Liga Premier Inggris antara Manchester United melawan Sunderland.



Harga : Rp.450.000,-/BOX (isi 5 botol @135 ml)



Cara ORDER CEPAT melalui SMS :
1. Sebutkan nama lengkap
2. Sebutkan alamat pengiriman lengkap
3. Sebutkan berapa box
4. Sebutkan Bank yang akan anda gunakan untuk transfer
Kirim ke no hp : 085815036543
Contoh SMS :
Raden Ronggo, pesan 1 box POLISH, Jl Cirebon Raya No.10 RT 01 RW02 Kelurahan Wetan Kecamatan Kulon, Yogya 18750 - jawa tengah, via BCA
Kirim ke no : 085815036543
- Selanjutnya kami akan membalas total harga + ongkos kirim + rek bank.
- Konfirmasikan pembayaran anda setelah transfer via SMS 085815036543
- Paket dikirim rapi (polos untuk menjaga privacy anda)










Wednesday, March 27, 2013

Tak Ada Pemain Indonesia di Tim Terbaik Asia Tenggara 2012


Foto AFP/SAEED KHAN


Jakarta - Performa buruk yang diperlihatkan timnas Indonesia dalam setahun belakanganya membuat tak satupun pemain 'Merah Putih' masuk dalam deretan tim terbaik Asia Tenggara 2012. Thailand mendominasi dengan menempatkan lima pemain.

Seperti dilansir Fox Sports Asia, tak ada nama-nama seperti Andik Vermansyah, Irfan Bachdim, Taufiq atau Raphael Maitimo yang masuk list 11 pemain di AFF (Asia Tenggara) Best XI. Padahal nama-nama itu bermain cukup baik di Piala AFF lalu meskipun Indonesia tersingkir di babak grup.

Thailand yang cuma jadi runner-up menyumbang pemain terbanyak yakni lima, di antaranya Kawin Thamsatchanan, Panupong Wongsa, Theerathon Bunmathan, Anucha Kitpongsri, dan Teerasil Dangda. Sementara juara Piala AFF Singapura cuma ada tiga pemain, Baihakki Kaizan, Mustafic Fahrudin dan Shahril Ishak.

Ironisnya bagi Indonesia, tim-tim lain yang gagal melaju ke semifinal seperti Vietnam dan Myanmar bisa menyumbang satu pemain yakni Kyi Lin (Myanmar) dan Nguyen Minh Duc (Vietnam). Satu lagi slot tersisa jadi milik kapten Malaysia Safiq Rahim.

Untuk nominator pemain terbaik ASEAN 2012 lalu ada Shahril, Teerasil, Kyi Lin dan pesepakbola Filipina Emelio Caligdong. Pelatih terbaik akan diperebutkan Radojko Avramovic, Winfried Schafer, Krishna Rajagobal dan Michael Weiss.

Berikut Daftar Nominasi Penghargaan Pesepakbola Terbaik Asia Tenggara dan juga AFF Best XI

AFF Best XI
GK: Kawin Thamsatchanan (Muangthong United & Thailand)

RB: Nguyen Minh Duc (Sai Gon Xuan Thanh & Vietnam)


CB: Baihakki Khaizan (LIONSXII & Singapura)


CB: Panupong Wongsa (Muangthong United & Thailand)


LB: Theerathon Bunmathan (Buriram United & Thailand)


RM: Kyi Lin (Yangon United & Myanmar)


CM: Mustafic Fahrudin (Tampines Rovers & Singapura)


CM: Safiq Rahim (Darul Takzim & Malaysia)


LM: Anucha Kitpongsri (Chonburi & Thailand)


ST: Shahril Ishak (LIONSXII & Singapura)


ST: Teerasil Dangda (Muangthong United & Thailand)

Pemain Terbaik ASEAN
Nominator: Shahril Ishak (Singapura), Teerasil Dangda (Thailand), Kyi Lin (Myanmar), Emelio Caligdong (Philippines)

Pemain Muda Terbaik ASEAN
Nominasi: Chanathip Songkrasin (Thailand), Nguyen Van Quyet (Vietnam), Keoviengpheth Lithideth (Laos)

Pelatih Terbaik ASEAN
Nominasi: Radojko Avramovic (Singapura), Winfried Schafer (Thailand), K. Rajagobal (Malaysia), Michael Weiss (Filipina)

Gol Terbaik 2012
Teerasil Dangda (Thailand) vs Malaysia (Leg I Semifinal Piala AFF, 9 Desember 2012)

Mohammad Resha Pratama - detikSport